Tuduhan Kapolri Jenderal Tito Karnavian adanya upaya makar di balik Aksi Bela Islam III yang bakal digelar dalam waktu dekat ini sangat berbahaya buat bangsa.
"Artinya menuduh kekuatan bersenjata resmi bakal mengkudeta Presiden yang bakal didukung rakyat," ungkap Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter-nya.
Sebab, dirinya membahas, makar itu tutorial berjuang dengan kekuatan bersenjata. Sementara tutorial berjuang rakyat merupakan demonstrasi.
"Rakyat tak bakal sempat makar," tegas mantan aktivis pergerakan ini.
Menurutnya, sebab kata makar dapat mengarah ke TNI, Kapolri lalu mengalihkan ke Google.
"Mungkin kata makar diinginkan dapat mempengaruhi keikutsertaan rakyat di 2 Desember. Seusai tahu akibat kepada TNI, Kapolri lari ke Google," sindirnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga mantan KSAD Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengaku sama sekali tak menerima info dari intelijen terkait adanya upaya makar dalam unjuk rasa Aksi Bela Islam III semacam dikatakan Tito.
Sementara Tito, saat disinggung kembali soal makar tersebut usai mengikuti tutorial Istighosah Akbar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (22/11), berbicara telah jelas tersedia di media sosial.
"Isu makar baca saja google, siapa yang ingin menjatuhkan pemerintah, jatuhkan Pak Jokowi, nah itulah dia. Enggak usah ngomongin ini lagi, baca saja di media, itu ada berbagai pihak yang katakan 'kita bakal duduki DPR', itu inkonsitusional," katanya. [kabarislam24h.net / rc]
Sebab, dirinya membahas, makar itu tutorial berjuang dengan kekuatan bersenjata. Sementara tutorial berjuang rakyat merupakan demonstrasi.
"Rakyat tak bakal sempat makar," tegas mantan aktivis pergerakan ini.
Menurutnya, sebab kata makar dapat mengarah ke TNI, Kapolri lalu mengalihkan ke Google.
"Mungkin kata makar diinginkan dapat mempengaruhi keikutsertaan rakyat di 2 Desember. Seusai tahu akibat kepada TNI, Kapolri lari ke Google," sindirnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga mantan KSAD Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengaku sama sekali tak menerima info dari intelijen terkait adanya upaya makar dalam unjuk rasa Aksi Bela Islam III semacam dikatakan Tito.
Sementara Tito, saat disinggung kembali soal makar tersebut usai mengikuti tutorial Istighosah Akbar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (22/11), berbicara telah jelas tersedia di media sosial.
"Isu makar baca saja google, siapa yang ingin menjatuhkan pemerintah, jatuhkan Pak Jokowi, nah itulah dia. Enggak usah ngomongin ini lagi, baca saja di media, itu ada berbagai pihak yang katakan 'kita bakal duduki DPR', itu inkonsitusional," katanya. [kabarislam24h.net / rc]
0 Response to "TUDUHAN MAKAR MENGARAH KE TNI, KAPOLRI TERPAKSA LARI KE GOOGLE"
Posting Komentar